Bermain dan Belajar Bersama Anak-anak Waerebo (Flores Day 5-6)

Hari Ke-4 di Flores, kami semangat untuk mengunjungi Desa Waerebo. Lama perjalanan dari Labuhan Bajo ke Waerebo itu kalau menurut info yang kami dapat dari internet itu 3 jam. Lalu pada prakteknya… Mari kita baca dulu cerita lama waktu menuju Waerebo.

Waerebo ini desa adat tertua di Flores, pasti pernah kan lihat gambar rumah-rumah dengan bentuk kerucut? Itu adalah rumah adat Waerebo.

dscf5525

Perjalanan dimulai pukul 8 pagi dengan naik motor yang disewa di Labuhan Bajo. Kami pergi dengan jalan yang sama seperti saat kami mau ke Air Terjun Cunca Wulang, tetapi terus mengikuti jalan besar sampai kami sudah berhenti 5 kali untuk istirahat. Pertama istirahat minum, lalu istirahat makan siang dipinggir jalan, istirahat beli buah jeruk dipinggir jalan, mencuci tangan didekat sungai dan berhenti dipinggir pantai.

Banyak sekali yaaa istirahatnya… memang… kita sudah 3-4 kali bertanya dengan warga sekitar dan mereka selalu menjawab dengan jawaban yang sama 3 jam lagi. Meskipun kami sudah 3 jam lebih juga tetap dijawab 3 jam. Ha Ha Ha

Awalnya setelah istirahat dan makan buah jeruk dipinggir jalan, kami bertanya pada anak-anak yang menjual buah jeruk. Mereka bilang, “nanti ada yang jual bensin bapak ada jalan ke kanan. Bapak belok saja!”. Ternyata dari penjual jeruk itu sekitar 3 km dan ada papan petunjuk yang besar.

Kamipun semangat… “waaaahhh sebentar lagi sampai”. Lalu didepan kami ada mobil yang mengangkut banyak orang mungkin itu semacam angkutan umum. Naiknya truk begitu dan jalannya cuma kecil. Bahkan kami berpapasan dengan mobil yang mungkin dari Waerebo. Ternyata sampai hampir 2 jam kami juga belum sampai di Desa Waerebo. Luar biasa… Kami sudah sangat capek sekali dijalan sampai lewat jalan-jalan yang rusak tapi pemandangannya indah. Setelah itu kami sampai dijalan yang bercabang dua, untungnya ada bapak-bapak sedang menggembala jadi kami bisa bertanya. Kata bapak ituΒ  lewat jalan pinggir pantai terus saja sebentar sampai di Waerebo.

Mas dokterjalanjalan pilih berhenti dan istirahat dulu dibebatuan pinggir pantai. Akupun tertawa dengan perjuangan kami melihat Desa yang ada direview bilangnya wonderful. “Pasti wonderful sekali ini karena mau datang saja sulit mas…”

Lalu kami melanjutkan perjalanan dan sampai disebuah desa pinggir pantai. Kami bertanya dan membeli bensin. Kata warga yang ada disana ikuti petunjuk mau ke Waerebo ke atas. Kami ikuti jalan itu dan kami melihat Waerebo Resto and Lodge. Waaahhh apa ini? Kami parkir disana dan ada spanduk Waerebo dan keluarlah seorang pria yang merupakan keturunan Waerebo. Pria ini berkata kalau butuh waktu 1-3 jam untuk naik ke Waerebo dan itu membuat kami kaget. Kami sampai di kaki bukit itu sekitar jam 5 nanti bisa sampai malam di waerebo. Kemudian kami meutuskan untuk menginap di resto bapak tadi. Kata bapaknya akan ada tamu yang dibawa tour guide yang sudah sering ke sana dari Ceko.

Kami dikenalkan tour guide lokal untuk mengantar kami sampai Waerebo. Luar biasa perjalanannya… Benar-benar mendaki bukit, lewati lembah dan sungai mengalir indah. Kami beristirahat dipos-pos yang sudah disediakan dan menikmati segar dan udara yang benar-benar bersih. Bahkan waktu ngupilpun gak kotor lhooo guys… beneran…

Setelah perjalanan 2,5 jam kami sampai di Desa Waerebo…!!!!!! Satu kata guys…

AWESOME!

dscf5457dscf5503

Indah dan atmosfirnya luar biasa sejuk… Kami berkunjung ke rumah kepala adat terlebih dahulu yang isinya terdapat benda-benda peninggalan leluhur dan kami diberkati serta diberi ijin untuk bermain dan berfoto-foto. Lalu kami diajak ke rumah tamu, disana kami disuguhi minuman kopi asli Waerebo dan sayur bayam serta sambal yang ajib…

Ketika kami disana, ada tamu yang sedang menginap dan melakukan penelitian tentang kopi dari Bandung. Sepertinya seru! Sayang sekali kami tidak menginap karena setelah makan siang kami memutuskan untuk kembali ke Labuhan Bajo.

dscf5515dscf5554dscf5558dscf5602

Kami bermain dengan anak-anak Waerebo. Ada satu hal yang membuatku terharu dan bangga. Sebagai seorang guru, dan ada anak-anak yang tiba-tiba bertanya “Ibu Bahasa Inggrisnya Pohon apa?” Akupun menjawab “Tree”. Mereka bertanya lagi sampai akhirnya salah satu dari mereka berlari dan mengambil buku serta bolpoin. Mereka berkumpul didekatku dan bertanya kata-kata yang mereka ingin tahu serta minta gambar. Satu hal yang membuatku menyadari sesuatu yaitu, “Ibu pesawat itu besar ya? Pesawat itu seperti apa?”.

Oh God! mereka tidak pernah lihat pesawat, hanya lihat pesawat lewat gambar. Rasanya jadi haru dan jiwa pendidik dalam diriku terpanggil lagi. Aku dengan semangat mengajari mereka dan mereka sangat antusias. Kami juga bernyanyi bersama. Video nya bisa dicek di link bernyanyi ya… Mereka keren banget guys… Setiap minggu sore pulang ke asrama sambil membawa biji kopi diantar orang tua dan setiap sabtu naik ke bukit untuk pulang.

dscf5602

Tapi jangan salah… Di Waerebo ini generasi penerusnya berpikiran terbuka dan mereka bahkan mencari ilmu dipulau lain. Kemudian mereka juga sebagian akan bekerja dikota baik di Flores maupun luar Flores. Namun uniknya, mereka akan tetap kembali ke Waerebo ini setiap bulan Desember menjelang natal karena ada perayaan besar dan semua keluarga akan berkumpul. Orang Waerebo yang sudah bekerja dan sukses juga akan mengirimkan apa yang bisa mereka berikan.

Kebanyakan yang datang ke Waerebo adalah warga asing. Disaat kami turun kami bertemu dengan grup yang menginap ditempat yang sama. Kami juga turun bersama dengan anak-anak yang mau kembali ke asrama sambil membawa kopi. Mereka membawa biji kopi untuk dijual dibawah katanya. Mas dokterjalanjalanpun juga ikut mencoba mengangkat karung kopi itu dikepala.

dscf5606dscf5609dscf5611dscf5614

Akhirnya kami sampai dibawah pada pukul 3 sore dan mandi sebentar lalu melanjutkan perjalanan. Kami mencoba jalur yang pinggir pantai katanya sekitar 5 jam sampai Labuhan Bajo. Jalannya benar-benar luar biasa menantang sampai aku harus berjalan sendiri karena takut motor bocor. Ada spot diving dan ada rumah-rumah yang sedang dibangun dan kami mampir sebentar. Kami bertemu dengan dua orang satu pria dan wanita yang merupakan orang asing sudah lama tinggal di Flores.

Si cowok berkata, “Indah sekali dan tenang bukan? Not like in Java” sambil lihat aku. Aseeemm bener… Terus kami lanjut perjalanan dan ada jalan yang benar-benar indah guys… seperti difilm-film korea. Daunnya berguguran warnanya orange tapi sayang kami buru-buru sebelum malam kami harus sampai kota. Jadi tidak punya kesempatan foto-foto. Kami sempat makan juga dan dari tempat itu kami tahu kalau si cewek tadi sudah lama tinggal di Flores dan dia bisa bicara pakai Bahasa Manggarai.

Benar 5-6 jam dan kami sampai di Labuhan Bajo langsung mandi dan tidur. Perjalanan yang luar biasa. Terimakasih Waerebo!

dscf5587

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: