Labuhan Bajo (Day 2)

Hari berikutnya di Labuhan Bajo, kami bangun pagi jam 7 dan sarapan di hotel. Sarapannya lumayan enak dan bervariasi, yang penting ada jus yang bikin tambah seger. Setelah selesai sarapan, kami berdua duduk di Lobby untuk mencari sinyal wi-fi yang kuat. kemudian mencari rute pergi ke tujuan pertama kami yaitu Air Terjun Cunca Wulang.

Adventure pertama kamipun dimulai…

Naik motor menuju ke lokasi Air Terjun Cunca Wulang yang katanya sekitar 1 jam-an. Jalan besar di Manggarai itu cuma satu dan itu bagus banget baik jalannya maupun pemandangannya. Perjalanan panjangpun gak kerasa karena pemandagannya yang enak dan indah untuk dinikmati.

Setelah berjalan jauh, kami melihat ada papan bertuliskan KKN-PPL UGM. Saya langsung bilang ke mas dokterjalanjalan, “Yakin ini tempatnya! Ayo lewat sini karena ada papan UGM”. Menurut kepercayaan saya, dimana ada papan bertuliskan KKN-PPL UGM disitu pasti ada tempat wisata atau tempat penting lainnya. Terimakasih ya UGM.

Setelah, turun, turun, turun, dan turun lagi jalannya kamipun sampai di sebuah pos yang ada bapak-bapak rebutan kami. Aduuuuuhhh buat rebutan… Tapi kata bapak itu siapa cepat dia dapat. Jadi, yang mendatangi kami cepat, dia yang akan jadi guide kami. Sebelum memulai tracking, kami mengisi buku tamu dan memberi sumbangan seikhlasnya. Eh, seikhlasnya atau ada tarifnya ya…lupa ih…

dscf5071

Kemudian, tracking dimulai dan saya cuma pakai sendal jepit… gak papa… bapak guide nya aja pakai cokor-man kok… alias tanpa alas kaki atau dijawa disebut cokoran. “Mendaki gunung, lewati lembah, sungai mengalir indah ke samudera bersama teman berpertualang!” saya jalan sambil nyanyi-nyanyi dan menikmati suasana sekitar. Mas dokterjalan-jalan bertanya sama bapak guidenya, “Berapa jam yang benar ini tracking nya pak?” Pak guide menjawab dengan santai, “cuma satu jam bapak…nanti kita lewat hutan lalu sampai air terjun”.

Mendengar berita itu dalam hatiku berkata, “aaaahhh kecil… santai mah… cuma satu jam ini… dan seru pula lewat hutan”. Ini terjadi saat jalan kami masih landai dan belum ada hambatan guys… Setelah itu kami tibalah dipintu hutan dan kamipun masuk hutan. Uwoooo… hutannya asik pikirku… tapi kok jalannya naik turun gini ya… lumayan bikin kurus lhooo guys… buktinya aku jadi kurus karena tracking ke Cunca Wulang. Ternyata, ekspetasiku yang santai hancur dengan melihat dan mengalami kenyataan.

dscf5048

Setelah perjuangan keras naik turun, kesandung, terjatuh dan tertatih… Lebay! sok dramatis! tolong abaikan…

dscf5051

dscf5054

dscf5059

Kami sampai di Air terjun yang yaaaaayyy… tingginya aduhai… dan aku gak akan lompat dari atas. Biarpun rayuan dari mas dokterjalanjalan terus keluar dari mulut berbibir tipisnya, aku tetap kekeuh tidak mau. Akhirnya aku ngobrol sama anak-anak disekitar air terjun dan wawancara apa saja yang terjadi di TKP. Intinya mereka sudah lompat dan berenang disana. Ya iyalah! ngapain lagi?

Mas dokterjalanjalan sudah puas berenang dan kita berenang bersama kemudian naik ke bukit untuk lihat air terjunnya dari atas. Cantik keleus… fotoku yang difotoin sama mas dokterjalanjalan bagus dan maafkan hasil fotoku yang disuruh ambil foto untuk mas dokterjalanjalan, air terjunnya ketutup… #sengaja

dscf5076

dscf5079

dscf5080

dscf5086

Puas dengan pemandangan air terjun, kami pergi ke air terjun yang ada didekat sana juga. Aku suka sekali dengan air terjun dan pemandangan yang disini. Rasanya benar-benar aku berada di Flores. Pulau Flora yang memberikan sejuta pesona keindahannya. Selesai istirahat disini, kami kembali tracking dan harus naik turun lagi… satu jam.

Kata bapak guidenya, biasanya kalau kembali itu cepat. Oke! saya percaya aja sama bapak. Selama perjalanan, saya membayangkan kelapa muda dan kenikmatan menyeruput airnya yang menyegarkan. dan… setelah sampai di pintu masuk hutan tadi, kami melihat ada bapak yang jual kelapa muda. Gila! Alam menjawab keinginan saya! Ha Ha Ha… What you ask is what you get. #thesecretbanget

dscf5092

dscf5088

Akhirnya, nafsu untuk menikmati kelapa muda setelah tracking terlaksana dan selesai. Kami kembali ke pos dan mengunjungi rumah warga yang sedang menjemur biji kopi. Flores memang terkenal dengan kopinya yang katanya ajib. Makhlum saya bukan ahli kopi dan bukan penggemar tapi bisa minum.

Kami sampai dipos dan minum teh panas sebentar karena saya tiba-tiba pusing. Ini hal biasa karena saya mudah pusing jika kepanasan. Kami membayar bapak guide sekitar Rp. 150.000,- atau Rp. 200.000,- yaaa… pokoknya sekitar itu. Gak papalah, bapaknya udah baik banget nolongin kita selama tracking. Saatnya kami kembali ke Labuhan Bajo dan sampai dikota, pulang ke hotel istirahat kemudian berenang di kolam hotel dan kembali ke kota untuk makan dan cari kapal di pelabuhan untuk trip ke pulau komodo.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: